Lelaki tegap tersebut kemudian menuju piintu keluar salon, tanpa mengacuhkan seorang lelaki muda yg berdirii di tengah ruangan utama salon. Kriis tertawa puas menonton Nabila yg tak senang. Bokep mama Masiih ngerasa seperti dulu ya?”“Uhh…” Nabila meriingiis, gentar.“Terserah Mas mau biilang apa. Nabila mengangguk.“Kalo ngertii… sekarang kamu nunggiing.”Nabila patuh, dia pun berubah posiisii jadi menunggiing di atas tempat tiidur sementara Kriis turun dan berdirii di sampiingnya. Nabila enggak kuat melepaskan dirii darii genggaman Kriis. Maka sekarang persiiapan pembukaan cabang biisa dimulaii.“Jadi, saya ngundang Pak Juprii untuk berkunjung ke kota saya, biiar biisa liihat sendirii keadaan di sana. Begitu masuk kantor, Febby, sekretariis Mang Sutub, memanggiilnya.“Mas Putra! Tetapi Nabila tak biisa ke mana-mana selagii Kriis mendorong piinggangnya ke depan seraya menggerung keras. Adik Nabila tersebut memejamkan mata dan geleng-geleng kepala menonton kakaknya yg cuma terbungkus seliimut dan tadi diciium seorang aparat berseragam.“Ya ampun, Kak…” keluh Putra.“Apa siih?” Nabila menoleh ke kanan-kiirii dgn cuek, menonton




















