Otomatis wajahku kini menghadap ke arah selangkangannya yang merangkak di atasku dengan posisi terbalik. Bokep Jilbab/Hijab Jangan lagi” aku berusaha berontak setelah aku tahu bahwa pemilik tangan kekar itu ternyata Parjo yang memelukku dari belakang. Crrt.. Aku melayang dan terhempas ke tempat kosong.Napasku tinggal satu-satu. Benar-benar sesuai dengan ukuran tubuhnya yang perkasa. Aku tidak mampu menghindar karena tubuhku terjepit lengannya yang begitu kokoh.“Hmmngghh.. Napasku sudah mulai memburu menahan gejolak yang mulai mendesak.Konsentrasiku membaca sudah mulai hilang karena pandangan mataku mulai kabur menerima rangsangan Parjo. Mulut Parjo tidak berhenti di situ. Joo.. Mungkin karena takut aku akan berteriak, Parjo segera berhenti dan langsung keluar ruanganku serta menghilang ke dalam meeting room. Tubuhku mulai terhentak-hentak dan gerakan pantatku sudah tidak terkendali.










