Sedikit ku remas, tapi tidak banyak. Kupegang ujung roknya dan kunaikkan sedikit ke atas. Bokep mama Belum lagi suara ibu-ibu di sebelahku ini, yang ya ampun, cerewetnya. Sekali dalam seumur hidup.Aku beranjak di tengah kerumunan calo-calo untuk mencari busku. Tangan itu mulai menyusuri bukit indah yang tertutup kain, mulai dari tepi. Agak lama dia membukanya. Cuman mengaitkan kolornya ke bagian bawah penisku. Bukannya apa-apa, tapi aku paling tidak suka diganggu dengan masalah orang yang telat membeli tiket seperti pasangan ini.Ibu itu cemberut. Paling tidak dengan jariku.“Ga papa …”,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,, Kepotong deh. Aku membuka tas dan mengambil sweater. Aku meremas, memilin, mengelus tanpa henti. Tapi kepepet sih, harus cari upa (“cari nasi”) di Jakarta.Tak lama kemudian bis itu datang juga.




















