“Ya sudah…”, balas Candra lalu membuka kunci pintunya kembali, “Silahkan kembali ke kamarmu…”, dengan nada sedikit mengancam membuatku ketakutan.Sial, aku tidak bisa berbuat apa-apa, hatiku bergejolak kuat, ingin rasanya aku menangis. Bokep mama “Boleh ga saya kirim?”, tanya Chandra.“Hapus ga lu?!”, perintahku. Aku rasanya ingin sekali mengakhiri hidupku ini. Mungkin sudah satu jam lebih aku berada dalam kamar kost ini. Aku segera melapnya, ingin sekali cepat-cepat pergi dari sini.Chandra bangkit sambil merapikan celananya kembali, ia berjalan ke arah pintu dan membukanya, tugasku selesai, Chandra mempersilahkanku keluar, “Terima kasih”, katanya ketika aku menuju pintu itu. Aku sebenarnya risih sekali, “Cepatlah, Kiki mau istirahat..”, balasku.Candra langsung saja mengunci pintu kamar. Aku memang sudah tahu apa yang dia inginkan. Aku sangat ingat di hari setelah itu, kemalangan mulai menyelimutiku.Pulang dari sekolah, aku mendapatkan sms dari Mas Wahyu, katanya ia sedang sibuk dan tidak bisa pulang ke kost. “Eits, apa-apaan ini?”, aku terkaget setelah beberapa menit mengocok




















