-Mereka Salah-) luluh kalau berhadapan dengannya.Hari Senin di kantor. “Duduklah dulu, kopimu sedang dibuatkan.”
Masih pura-pura lesu, aku kembali ke tempat duduk asalku.“Kamu kenapa lagi Rick?” Felly bertanya dengan lembut. Bokep mom Aku tidak tahu namanya, menurutku itu daster.Tampak dewasa sekali ia. Rumah Felly?Belum habis keherananku, tiba-tiba ada ketukan di kaca jendelaku. “Hanya sedikit over drive.”
“Elo sendirian?”
Kujawab dengan anggukan lemah. Menunduk lesu. Hanya bosan. “He eh.”
“Tunggu di sini sebentar.” Ia berkata itu lalu berjalan menuju kawan-kawannya. Keterlambatanku dengan selalu menyalahkan kapitalis-kapitalis rakus itu, dimaafkannya dengan mudah. “Hallo, Ricky, kamu kemaren kemana? Felly menampakkan wajahnya di jendela belakang. Sudah capek aku menasehatimu, tapi kelakuannmu tidak juga berubah.”
“Okay Fel, Thanks and sorry for every trouble you got,” kataku sambil bediri, bersiap untuk pulang.Ketika melewatinya ia menangkap tanganku.




















