Mata Kak Tina mendelik-delik, nafasnya terengah-engah. Bokep mama “Dan, kamu tak boleh lagi tidur denganku”, Katanya lagi. Kak Tina mengambil novelnya, hendak menyimpannya di dalam lemari. Aku melihat Kak Tina memegang novel dengan tangan kanannya, sedang tangan kirinya menggosok-gosok bagian rahasia tubuhnya. Masalahnya aku pernah merasa bagian bawah tubuhnya berdenyut-denyut saat kutimpa, dan tangannya merangkulku, dan detak jantungnya keras dan cepat. “Emangnya..?” tanyaku heran. Saat kudengar langkah Kak Tina, segera kuletakkan di tempatnya. Karena dia tidak pernah menyinggung hal itu, aku biarkan saja.Sampai satu hari kudapati Kak Tina muntah-muntah di kamar mandi. “Ya sudah, ganti pakaian dan makan.., Aku siapkan dulu”
Aku masuk kamar, lalu mengambil celanaku. Akupun keluar kamar, menyongsong dirinya. Sulit ya membacanya?”
Memang kami duduk berdampingan, dengan buku dipegang Kak Tina. Sejak malam itu, setiap malam aku melakukan hal itu. Dadanya yang membusung turun naik ketika dia menarik nafas.




















