Aku merasakan bulu-bulu halus di telapak tanganku. Bokep mom Mungkin 5 menit, mungkin kurang dari itu. Hari berangsur gelap.“Pengumuman, bapak ibu. dan sangat basah. Aku merasakan dadaku berdentum-dentum. Aku mengerti maksudnya. Tipikal keluarga Jakarta, berumur di akhir 30an dan baru saja mempunyai anak. Aku bahkan tidak tahu namanya.Dia memandangku. Ok. Aku merasakan bibir mungilnya menyentuh kepala “adikku”. Kadang aku ingin, sekali-kali memberontak, melanggar aturan. Kulihat tebaran warna hijau ditimpali air hujan yang begitu deras di sebelah kiri jalan tol. Kemungkinan ada di pangkuan si bapak. Aku segera menutup mataku, pura-pura tidur. Pelan tapi erat.“Aaaahhhhh …”Ujung penisku berkedut. Tatapan itu ….“Makasih ….,” hanya itu yang terlontar dari mulutku. Tangan ibu itu masih mengelus pahaku. Tanganku bergerak mencari celana dalamnya. Kemungkinan ada di pangkuan si bapak. Dia berulangkali menggerakkan tubuhnya, seolah menikmati betul elusan tanganku di pahanya. Aku mengangkat tanganku, membersihkannya.Kami berdua terpejam.Pagi menjelang.




















