Hanya satu kalimat dokter
Miranti yang kini masih terngiang di telinganya. “Ada
apa ini?”, gumamnya dalam hati. Bokeb “Selama ini aku tak pernah mengenal dunia itu, siapakah yang akan kucari? “wah jadi ngerepotin dong, tapi oke-lah. “Kamu mau pacaran sama ibu?”. Kini
dibelainya rambut sang dokter sambil menciumi pipinya yang halus dengan
mesra. Tak ia hiraukan lagi apakah suaminya puas
dengan permainan itu, ia hanya memberikan pelayanan sekedarnya sampai
lelaki botak dan berperut besar itu mengeluarkan cairan kelaminnya
dalam waktu singkat kurang dari tiga menit. Kemudian ia duduk sejenak mengambil nafas sambil memandangi tubuh
wanita itu. Ia menangis sejadi-jadinya, bayang-bayang suaminya yang
berkencan dengan wanita muda dan cantik itu terus menghantui
pikirannya. Edo hanya terpaku. Kini kau menemukan aku, lampiaskan
itu. “Lho kok jadi nanya aku, ya kapan kamu luang aja dong”. Bagian
atas tubuhnya yang dilapisi baju dalam putih berenda itu memang tampak
sangat mempesona. Kita sama-sama memiliki beban ingatan
yang menyakitkan dengan musuh yang sama”. Tubuh dan
goyang Bu dokter sudah membuat saya benar-benar puas”.




















