Waktu merambat perlahan, sampai akhirnya saya menyerah dan memutuskan untuk menceritakan yang sebenarnya. Bokep India “Boleh tapi di mana?”, tanyaku lagi. Memang sih dia tidak mengomeliku, namun rekan-rekan yang lain yang menjadi sasaran. “Tempat biasa” yang Revy maksud tentunya masih seperti yang dulu, tempat kita sering nongkrong bareng. Sempat kudengar jeritan lirih terkejutnya ketika ku memposisikan dirinya seperti itu. Nafas Revy terus memburu, dan makin memburu ketika perlahan kusingkapkan celana dalam bernuansa biru muda, sedikit-demi sedikit menyusuri kedua kakinya yang jenjang hingga akhirnya terlepas seluruhnya.Kini keadaan kami tak ubahnya tatkala pertama kali kami dilahirkan, tanpa selembar benang pun menutupi tubuh kami berdua. Hhmm.. Michael di lantai dasar, bersebelahan dengan Baskin 31 Ice Cream pasti yang dimaksudnya. “Ryo….uuhhh….hhhmmm…”, terdengar lembut suara Revy berbisik, di antara desah nafasnya yang memburu.Terus kuperlakukan dia dengan penuh kasih sayang.




















