15 menit berlalu aku mendengar suara daun pintu berderit meskipun sangat pelan tapi cukup membuatku segera mengambil posisi yang telah kupersiapkan. Brazzers Ahh… aku langsung sadar kembali.“Besar juga…” bisiknya
Aku hanya tersunyum puas dengan ucapannya. tak apalah masih banyak waktu. “rahasia kita berdua ya… jangan sampai orang lain tahu” katanya “iya lah mbak … masak aku mau bikin perkara” “sama ingat… ini cumin buat senang senang saja, tidak ada perasaan. udah bangun ya… “ Sapa mbak diah ramah seperti biasanya. Aku mengimbangi dengan melakukan sedikit penekanan. Merekalah dua wanita yang menjadi topic ceritaku nanti.Episode Mbak diah.Pada suatu hari aku pulang malam sekitar jam 2an, aku ingat sekali itu malam minggu sehabis jalan sama teman temanku, aku bermaksud mengambil jemuran dibelakang kamar yang sore tadi dicuciin sama mbak Diah, takut kena hujan nanti bau. Tiba tiba… aku mendengar suara seseorang menjerit.




















