Aku tidak begitu mempedulikan semua itu.Sentot begitu nama penjagaku selain pak Marto Tua yang hobinya tidur.“Tot, kamu segede ini pernah coli gak?”Kumulai percakapan ke arah yang tepat.“Apa itu mas?”Kuperkirakan awalnya awal duapuluhan atau mungkin belum sampai dua puluh. Kontolku juga. Bokep mom Aku mulai membiasakan diri selama beberapa menit hingga bisa duduk di bawah pancuran mata air panas. Aku coba membiasakan diri dengan ini. Badannya gempal, perutnya sixpack, tapi bodohnya cuma setingkat lebih tinggi dari monyet. Tangannya menahan tanganku supaya berhenti atau memelankannya. Kan kita sama-sama punya kontol.”Sentot mendekat lagi. Kuraih sarung yang menutupi auratnya itu. Kuputuskan untuk di sebelah saja.“Boleh gabung mas?”“Monggo.. monggo mas” keramahan khas jawa tengah.Konon kata peribahasa, lain ladang lain belalang lain lubuk lain ikannya. Lalu sebentar kemudian ada yang melongok. Aku hanya mengamati mereka menggantikan tempat dua orang tadi. Dua lelaki masuk.




















