please…”
“Duuaaarrr” seperti disambar kereta Argo Wilis deh dengar Lala minta tolong aku seperti itu. Langsung deh semua pada menimpuki aku, teman-teman yang lain juga. Bokep mama Yan, sorry yaa.. Waahh masih perawan nih bibir pikirku. “Itu dia Yan tadi sudah telepon rumah tapi orang rumah nggak ada, terus mau bareng teman mereka sekarang sudah pada mau berangkat show di Graha. bisa nggak jemput Lala ke ‘N’ (nama sekolah modelnya Lala), bisa kan Yan? Lala tidak bisa ngomong apa-apa lagi kecuali kepalanya yang mendongak ke atas sambil megap-megap saat lidahku mengusap-usap rongga atas dalam mulutnya. Introduce my self, nama Iyan, 179cm/68kg, Sunda-Jepang, aku anak band yang lumayan punya jam terbang di cafe-cafe atau Nite Club (yang suka keluyuran ke cafe/nite club pasti tahu bandku deh) di kota ‘S’ sampai sekarang.Waktu itu di ‘B’ (salah satu nama pub di kotaku) setelah menyelesaikan session I di stage, aku dikenalkan dengan partner vocalku yang cewek (aku vocalist




















