kasian kan..? Nafas yang tersedak dan gelinjang badanIrene tidak dapat membendungku untuk berhenti memperlakukankewanitaanya seperti itu.“Hggh..! Bokep mom huuii males banget, kegiatanku hari ini padetbanget.” kataku dalam hati mengerutu.Bel selesai kuliah agak terlambat 5 menit, buru-buru aku lari ke parkiran habis gerah, ingin segera mandi. Apa-apaan nih?” tangan si ‘Allien’ tidak tahu bagaimanamulanya sudah ada di depan celanaku menangkap si ‘kecil’ yang karenapegangannya berubah jadi si ‘bandot’.“Irene..?”
“Hmm..? Jijik Ren! Meski tidak sepenuhnya masuk, tapi Ireneterus saja memasukkan semua dan berusaha untuk menelannya lambat-lambatsambil lidahnya tidak pernah berhenti menjilati seluruh bagiankejantananku, ditambah lagi pijatan lembut tangannya di bawah testisku.Waktuitu wajah Irene sangat bernafsu, matanya dipejamkan, sedikit peluhkeluar dari dahi menuju ke pipinya. “Kan tadi udah bilang kalo aku lagi males banget Yan…”
“Eh yah Ren, gimana jadi nggak?”
“Jadi apanya?”
“Tangan Iyan udah dicuci nih..”
“Trus..?”
“Aku mo cium kamu,” kataku sambil kucoba mendekati bibir Irene.




















