Dalam keterpejaman mata itu, aku seperti melayang-layang dan sekelilingku terasa begitu indah, seperti nama wanita yang sedang menyatu denganku.Kenikmatan yang kurasakan pun terasa lain, bukan kenikmatan luar biasa yang menhentak-hentak, tapi kenikmatan yang sedikit-sedikit, seperti mengalir pelahan di seluruh syarafku, dan mengendap sampai ke ulu hatiku.Beberapa menit kemudian gerakan Mbak Viona berhenti pas saat rudalku amblas seluruhnya. “Dik, jangan pulang dulu. Bokep mom Sebelum keluar dari mall Mbak Viona sempat memberiku sobekan kertas, tentu saja tanpa sepengetahuan Sarah.“Baca di rumah,” bisiknya.Aku lega melihat Mbak Viona datang ke counter bus PATAS AC seperti yang diberitahukannya lewat sobekan kertas. Aku duduk bersandar pada dinding kamar mandi, kali ku luruskan, sementar Mbak Viona duduk di atas pahaku, lututnya menyentuh lantai kamar mandi. Senyummu itu senyum mesum tahu, kayak matamu itu juga mata mesum!” Mbak Viona makin naik, wajahnya sedikit memerah.“Mbak cakep deh kalau marah-marah,” makin Mbak Viona marah, makin menjadi pula aku menggodanya.“Denger ya, aku nggak





