Setelah Pak Sebastian tidak lagi di ruang, tinggal saya bersama Angelina, “Jadi, Pak ?” suara Angelina kembali muncul, saya hanya bisa mengangguk-angguk ‘Ya, silahkan”. Sambil dia pesan, agar barang yang diterima harus sudah siap dipakai dan dioperasikan. Bokep Indo Maklumlah, kami berdua tidak sempat mandi sejak pagi hari tadi. Angelina orgasme untuk kedua kalinya, tetapi tidak sehebat yang pertama, tangannya meremas keras tangan kiri saya, sedangkan tangan kanan saya masih aktif di kelentitnya. Selain melayani kami dengan membuatkan kopi. Saya sekarang sendirian di ruang elektronik, lampu sudah saya hidupkan kembali, sambil merokok dan menunggu Angelina kembali ke ruang ini, saya termangu-mangu. Tanpa perintah kedua, saya berdiri. Tapi “what the hell, what will be, will be”.




















