Anak laki-laki yang berjualan itu malah tersenyum. Bokep Hot Aku serius soal ini. Aku memang tidak pernah mempermasalahkan hal itu. Dia menjajakan kantong-kantong plastik hitam itu ke setiap pengendara yang singgah karena lampu merah. Aku sudah terbiasa seperti ini. Dua jam berlalu, baru satu pengendara yang berhasil membeli kantong plastiknya. Beberapa di antara mereka malah lebih menakutkan daripada hantu-hantu yang bergentayangan di rumah-rumah tua. “Woi!” teriak salah satu anak dari gerombolan itu dengan kasar. Aku tetap bertahan di tempatku berdiri, tetap menyaksikan anak laki-laki penjual kantong plastik di dekat tiang lampu merah yang juga masih berjualan. Apa yang ingin mereka lakukan? Mereka mengeluarkan beberapa barang berupa bubuk yang lumayan kecil, menghirupnya sedikit, lalu tertawa-tawa. Sehabis menikmati dunia, anak-anak itu berpencar lagi, termasuk anak laki-laki yang kembali ke dekat tiang lampu merah. Anak itu kembali menyodorkan jualannya, tapi kini cara berdirinya kurang stabil.




















