Kenikmatan yang akan membuatnya memohon-mohon padaku. Bokep Ojol Eranganku, jeritan nikmatku saling bersahutan dengan geramannya. Nggak kasar asal kamu jangan berontak..” katanya kemudian.Aku tak ingin mendengarkan umbaran bualan dan rayuannya. Akang, maaf neng.., pernah lihat Neng Anna kalau lagi tidur suka..” ungkapnya setengah-setengah.“Jadi Akang suka ngintip saya?” tanyaku semakin sewot.Kulihat ia mengangguk lemah untuk kemudian menatapku dengan penuh gairah.“Akang ingin menolong kamu” bisiknya hampir tak terdengar.Kepalaku serasa dihantam petir mendengar pengakuan dan keberaniannya mengungkapkan isi hatinya. Kepada orang tua? Aku terkejut seperti terkena listrik. Berbicara seperti itu tanpa merasa bersalah. Begitu perkasa. Untungnya saja celana dalamku masih terpakai rapi, hanya dadaku saja yang telanjang. Terus terang saja, setelah kejadian itu, justru akulah yang sering memintanya untuk datang ke kamarku malam-malam.Aku tak pernah bisa menahan diri. Akang mau ngapain kemari.. Upayaku itu membuat Kang Hendi semakin beringas.




















