Ia memegang pergelangan tanganku sambil tersenyum manis. Bokep mama “Dan Bapak jadi suami kedua aku…” sambung Bu Evi.“Tadi kok enak sekali ya Pak?” tanya Bu Evi dengan wajah menunjukkan kepuasan. Lalu pindah duduk ke belakang setir lagi.Tak lama kemudian mobilku meluncur di jalan raya. Menjilati lehernya yang hangat, sementara tanganku mengelus jembut yang lebat itu. Hanya beberapa menit ia bisa bertahan dengan posisi ini. Dengan mudah kudapatkan hotel kecil di luar kota, sesuai dengan keinginan Bu Evi, karena kalau di dalam kota takut kepergok oleh orang-orang yang kami kenal. Rambutnya yang tak ditutupi, tampak tergerai, panjang lebat dan ikal. “Aku pasti ketagihan Pak….soalnya punya Bapak panjang gede gitu…”Kata-kata Bu Evi itu membuat napsuku bangkit lagi. “Jauh lebih pendek dan kecil,” bisik Bu Evi sambil merangkulku dengan ketat, seperti gemas.Kembali kuciumi lehernya, lalu turun mengemut puting susunya.




















