Tiba-tiba Fitri menyandarkan kepalanya ke pundakku. XNXX Jepang Nanti siapa tahu ilang sendiri.” kataku.Lalu kubantu dia bangun, mengelap dipan dgn kain basah sambil melirik jam beker. Fiitt.. bret..”“Aaawww.. tahan sedikit ya..” kataku.Lalu aku menarik pantatku dan menekannya secara perlahan-lahan. Akhirnya Fitri duduk di dipanku. Mass.. aahh.. habis sewaktu cerita-cerita tadi susu sama tempek Fitri jadi gatel lagi,” sahutnya.“Singkong Mas sekarang keras nggak?” sambungnya.Tiba-tiba tangannya memegang kont0lku dari luar. Padahal Mas Pri kan bukan apa-apaku.”“Lho.. banguunn.. Salah kamu doong.”“Lho.. Nanti telat lhoo..” teriakku.“Sebentaarr.. Kukecup bibirnya, dia diam saja tak ada reaksi apa-apa.Lama-lama dia pun membalas. Mas mau khaann..” katanya sambil menatap mataku.Ada permintaan tulus di sana, ada gelora di sana, ada sesuatu yg aneh di sana.“Tp Mas takuutt.. seperti kepedesan, seperti nangis.. Padahal aku sering mengajarkan Matematika dan IPA kepadanya.Suatu ketika, sewaktu kulihat ada Mbak Indah di rumah sedang menerima tamu, kira-kira jam 10, aku tahu apa yg akan terjadi.




















