Wajar saja kalau suaminya cemburu. Bokep mama Aku pun tersenyum dan memang jawaban seperti itu yang ingin ku dengar.“Ya sudah mbak, nanti kalau saya pengen lagi kita janjian, tapi jangn di kantor, mending diluar biar lebih aman dan nyaman…”. Dan aku pun sekarang memiliki sekertaris pribadi. Kenapa? Hanya terpaut tiga atau 4 bulan saja. sssstttt…!!!”. Aku pun sempat berpikir kalau mbak Merry mulai tersadar akan hal ini dan ingin menghentikan nya. Kadang aku suka meminta untuk di pesan kan makanan olehnya.Tepat pada saat jam menunjukan pukul 3 sore, perutku mulai minta di isi. Umurnya tidak berbeda jauh dengan ku. Kami pun terus berkutat saling bertukar ludah dan saling berpagutan dengan panas.Aku pun tak menyia-nyiakan hal ini, tanganku pun kuselipkan ke kaus leher pendek nya, dan mulai meremas payudaranya. Kedua tangannya meremas sofa dengan kuat.Kurasakan denyutan memek mbak Merry bertambah kuat. Aku pun bertanya ,”Loh koq diam mbak? hhmmppphh… ddiiillluuaaarrr… yyaaa….!!’.




















