Si penjual batagor bertanya kepadaku, “mas, neng Rini gimana kabarnya mas?” Aku bingung dan bertanya balik, “Ane juga nyariin doi tu, emangnya kenapa bang?” “Itu loh, rencana nikahnya kan batal gara-gara calon suaminya ngaku ngehamilin Sheila,” balas si abang. “Eh rin, tunggu!!” ujarku mengejarnya. Bokep Jepang Rini tertawa, Rini menjatuhkan badannya, tertidur merebah di kardus-kardus. Aku melepaskan diri dari rangkulan tangannya, badanku berdiri tegak, kedua tanganku mengelus elus samping pinggul dan pantatnya. “Hahahaha….,” balasku dengan candaan, “err, tapi… apa gunanya bilang ke aku?” Senyuman Rini terhenti sejenak. Aku pergi keluar studio untuk mencari batagor, menu makan siang favoritku. “Hahahaha,” balasnya, “Aku ini sudah banyak pengalaman lho, hahahaha.” Bullshit, pikirku, sekarang aku mengerti kalau dia masih kecewa.




















