“Aku besok ujian, Chie.”
Kulihat jam dinding yang menunjukkan pukul 23.30 malam. Kok malam-malam?”
Sejenak keheningan terdengar dari seberang, membuatku bertanya-tanya. Bokep Tobrut Dan hanya satu gadis untukmu. Kini semua rangkaian cerita sudah lengkap.Akulah Ray. Dan untuk itu Jay bersedia berkorban, karena hanya dialah yang terdekat dengan Chie, selain aku. Membuatku salah tingkah dengan kegelianku sendiri. Ia serius. Baru kali ini aku menyemburkan spermaku di dalam liang kemaluan seorang gadis. “Yang tadi itu,” kata Chie.“Chie, bagiku keperawanan itu sama saja bagi semua orang. Masih tetap larut dalam kesedihannya. Aku tak ingin mendengarnya. Nyaris saja kopi susu itu keluar dari mulutku dan membasahi foto copy makalah di atas meja. Itukah sebabnya kamu diam saja mendengar selorohanku tempo hari? Saat itu aku sedang melakukan pendekatan dengan Chie. “Aku hanya bertanya,” kata Chie. Meninggalkan Jay. “Chie, jangan!”
Chie mendesah. Kuulurkan tanganku ke sela jeruji pagar, menarik pipinya, membuatnya mengerang, membuka pagar dan memukuli pundakku.“Ray, bagaimana menurutmu tentang keperawanan?” Ahk.




















