Hingga mampu menyeret bibir kami berdua untuk saling bertemu.Lembut, harum dan rasa-rasa yang gak mampu lagi aku terjemahkan ke dalam kosa kata yang ada di dunia ini, untuk menggambarkan apa yang saat ini aku rasakan. Setelah puas bermain di kedua payudaranya, bibirku turun ke perutnya, menjilati pusarnya yang imut. Bokep mama Savana yang saat ini ku lihat bukanlah Savana sebelum 13 hari yang lalu. Terjadi suatu moment dimana hanya desiran-desiran nafas yang penuh dengan cinta berbaur menjadi satu, menyampaikan lantunan-lantunan kasih dari jantung yang memainkan irama keindahan.Dan saat inilah, pintu-pintu hasrat terbuka, cinta berubah jadi magnet yang saling mendekatkan dua tubuh yang sedang terbuai oleh cinta. Sava tersedak, spermaku meleler keluar dari mulutnya. Pikiranku kacau, suasana berubah seketika.Saat di rumah sakit, Sava langsung dilarikan ke ruang UGD, aku menunggu dengan perasaan gusar di depan ruangan.




















