“Ayo kita pulang” saya mengingatkan, jam sudah menunjukkan jam 2 malam. tetapi saya tidak mau terlibat cinta dengan karyawati saya, apalagi Making Love, walaupun saya sendiri belum menikah, wibawa saya sebagai boss bisa luntur jadi bubur. Bokep mama “Sakit, mas..sakit, mas” dia mengeluh. mas, enak”…saya tetap dalam posisi semula, sekarang dengan bekal sedikit pelincir diibu jari saya, saya bantu Aryati dengan menggosok-gosok kelentitnya. Tinggal kami bertiga di ruang elektrik perusahaan, semua karyawan tentu sudah pulang dan terlelap dirumah masing-masing. Memeknya berbau khas yang agak keras dan berasa asin, seperti keju belanda. Sempat saya telpon kepada Rumah Sakit pemesan bahwa barang pesanan mereka sudah datang, karena Direktur Medis sudah pulang. Karena saya mencoba menelusuri bagian kiri dan kanan jantung, tentu saja saya harus berulang-ulang menggeser prop USG, sambil mengatakan padanya apa yang saya baca dari layar monitor. Desis Aryati makin jelas kentara,
“Terus.Pak”…”Terus Pak” Aryati berbisik…
”Mana tahan” pikir saya.




















