Ayo lanjutkan ceritamu,” bentaknya lagi.“Baik Bu,” aku pun melanjutkan ceritaku kembali, namun aku sudah tidak konsentrasi lagi dengan ceritaku, apalagi saat Ibu Maya menghampiri dan membuka kakiku kemudian mengelus elus dan mengocok-ngocok kontolku, aku sudah tidak fokus lagi pada ceritaku.“Ahh..,” jeritku tertahan saat mulut Ibu Maya mulai mengulum kontolku.“Ahh.. yem ini ada anak buah ku dikantor, mau mengerjakan tugas yang harus diselesaikan hari ini juga tolong kamu antar dia ke kamar Bayu, biar Bapak Pento bekerja disana.”“Baik Nya.”Akupun diajak menuju kamar Bayu oleh Iyem pembantu di rumah Ibu Maya.“Silakan Den, ini kamarnya.”Akupun memasuki kamar yang ditunjuk oleh Iyem. Bokep mom keluar.. ya Bu.. Ibu Maya pun turun dari mobil dan berjalan ke arah ATM.“Hi.. Aku dan Ibu Maya pun masuk ke rumahnya semakin dalam aku semakin bertambah kagum melihat isi rumah Ibu Maya yang begitu antik dan mewah.“Selamat sore Nya..”“Sore Yem, Oh ya..




















