Yakin mereka akan menyudahi pertarungannya saya bergegas kembali kewarung kopi tadi. Tapi yang membuat saya penasaran sekaligus berdegup saya mendengar suara rintihan seorang wanita dari arah rumah kecil itu. Bokep mom Vagina Vivi sudah sangat banjir. Setelah kejadian itu hampir setiap akhir pekan Vivi selalu pergi , kerumah temannya diB***** katanya. Dan pertempuran kembali dilanjutkan. Tangan Vivi meraih kepala bandot tua itu dan dengan semangat sibandot menghisap kedua payudara yang tadinya hanya milik saya. Sampai akhirnya Vivi dibaringkan dikasur kayu. “ Kamu udah ngopinya, jalan lagi yuu “. “Dikebun belakang ada kamar mandi dek, Tidak jauh kok cm sekitar 500m”, Jawabnya
“Oh terima kasih bu” dan tak lama dia menoleh kepadaku
“Sayang kamu pesen minum aja dulu aku agak mules jadi mungkin agak lama”.




















