Umi malas menanggapi Karman, dan kembali ke kesibukannya memoleskan lipstik ke bibirnya.“Heh!” terdengar dampratan bernada sewot dari sebelah mereka berdua. Bokep mom Dia tak bisa kabur!“Aduh! Aku mau pulang,” terdengar suara si supervisor ketika Umi dan Karman sudah keluar. Buat apa pacaran sama sesama cleaning service, pikir Umi, nggak ada kemajuan. Rasain tuh!”Puas sekali kelihatannya Pak Ramses ketika ciprat demi ciprat maninya mendarat di muka Umi, membuat noda-noda putih di pipi, kelopak mata, dan bibir Umi. Umi tak mampu berbuat apa-apa karena ketakutan, berteriak pun tidak mampu. Sewaktu menyapu, Umi melihat lampu satu ruangan tersendiri di dalam kantor Bagian Produksi masih menyala. Umi malas menanggapi Karman, dan kembali ke kesibukannya memoleskan lipstik ke bibirnya.“Heh!” terdengar dampratan bernada sewot dari sebelah mereka berdua. Mendingan kau jualan puki di jalan sana!”“Ampun Paakkk…” pinta Umi memelas.“Huh!” Pak Ramses melepas cengkeramannya dengan sentakan, mendorong kepala Umi.










