Dadanya menyentuh dadanku, aku memeluknya erat. Bokep mama “Saya pijetin ya mbak, sepertinya mbak capek”.“Makasih, nggak usah ah”“Nggak papa koq mbak, cuma dipijit aja, emangnya mau yang lain?”Ia tersenyum, “Ya udah, pijitin saja”Aku memijiti pundaknya, punggungnya, dengan pijatan yang halus, sesekali aku meraba ke bahunya. Penisku yang menegang menyembul keluar dari CD. Sukses?”“Lumayanlah, sekarang bisa waralaba. Anak-anaknya sarapan. Aku pun mematikan tv dan menuju kamarku. Aku baru sadar ketika aku menelpon hp-nya dan dia mengangkatnya. AAHHHH….“Oh wan…wan…mbak keluar lagi”, mbak Dewi mencengkram punggungku. Mbak rela punya anak darimu wan”, katanya.Aku tak menyia-nyiakannya. Setelah belanja banyak itu kami tak mengucapkan sepatah kata pun. Dan banyak surat cinta cewek yang tidak kubalas. Dan aku menggandeng tangan mbak Dewi. Aku memberinya sebuah gaun berwarna hitam yang mewan.“Indah sekali, berapa harganya?”, tanyanya.“Ah nggak usah dipikirkan mbak”, kataku sambil tersenyum.




















