Juragan tersenyum melihat saya.“Wahh…susu kamu gede, ya? Bokep mama Tapi ada peran lama saya yang nggak saya lupakan. Dari anunya Juragan. Sampai nggak tega saya melihatnya. Semua orang nengok dan nggak lihat apa-apa lagi.Saya sendiri selalu merasa jelek lho kalau tampil bersama Simbok. Juragan udah… jangan! “…saya boleh pinjam uang, Juragan? Aduh biyung… saya diperawani Juragan! Saya terus memandangi lantai, tidak berani mengangkat kepala, tapi sekali-sekali saya ngintip kesana-kemari melihat keadaan.Juragan rupanya tinggal sendirian di atas tokonya. Hihihi… Saya tahu siapa yang kontolnya paling gede, siapa yang lemah syahwat, kadang-kadang saya sampai tahu urusan rumah tangga mereka. Dia muncrat di dalam memek saya. Yang ada saya bakal diusir, nggelandang, dan…ujung-ujungnya sama saja. Aduh… malu banget rasanya, telanjang di depan orang lain…Tapi saya bisa dapat uang…“Nah, Denok, sekarang buka kainnya, ya?” sekarang Juragan minta saya buka juga kain batik coklat yang saya pakai.Mungkin karena tadi saya malu-malu dan lambat sekali waktu buka kemben, Juragan




















