“Mau ngapain?”. Bokep mama Kutarik kepala Sari begitu ia membungkuk akan merapikan celanaku. Dielus-elus.Tempat terdekat yang sudah kukenal adalah Hotel “Kh”, sedikit di bawah Lembang. Sementara aku kembali ke tempatku. Kuminta Sari mengulumnya di situ. Seorang sudah berkeluarga, satu lagi single, 22 tahun, lumayan cantik, putih dan mulus, mungil, sebut saja Sari namanya.Awalnya, aku tak ada niat “mengganggu” Sari, aku ke toko ini karena memang butuh makanan kecil dan rokok. Aku tak heran, bicaranya memang suka “nyrempet”. Jelas aku mencatat nomor teleponnya. Mau ngapain di Lembang? Kulihat Sari berdiri di tepi jalan, tapi tak sendirian. “Mau ngapain?”. Sekarang tonjolan putingnya lebih jelas, karena mengeras. Memang pada waktu yang bersamaan aku menyalip motor dan si pembonceng sempat melihat kelakuan tanganku.Kami sampai di Lembang. Sari memang pintar berimprovisasi.




















