“Sudahlah pak,
dicoba daripada nanti kita diklaim nanti aku yg repot” dia menyahu “Cobalah Pak, tak usah sungkan, biar aku pamit pulang dulu” Pak Sebastian matanya nampak serius, tapi nampak diujung bibirnya senyum kecil, pengertian sekaligus menantang aku untuk “memeriksa” Diana. Tapi sudahlah mulut aku sudah dalam posisi itu. Bokep mama Aku jilat-jilat dan ciumi perutnya, tangan kanan aku sekarang sudah berpindah ke arah selangkangannya yg masih terbalut rapi dgn rok. Aku mengangguk. “Pak, masukin.pak” Diana memohon. mas, enak”…aku tetap dalam posisi semula, sekarang dgn bekal sedikit pelincir diibu jari aku,aku bantu Diana dgn menggosok-gosok kelentitnya. “Pak, sekalian yg lain, mumpung gratis”. Dari remang-remang penerangan dari ruang sebelah sekarang nampaklah Diana yg telanjang bulat dan menakjubkan. Desis Diana makin jelas kentara,
“Terus.Pak”…”Terus Pak” Diana berbisik
”Mana tahan” pikir aku. Sudah tak ingat lagi antara boss dan karyawatinya. “Enak Pak.terus.terus” sambil tetap terus menutup mata. Tapi “what the hell, what will be, will be”.




















