Dan aku segera membenamkan diriku ke dalam pelukan Erik.“Terima kasih..Erik.” Aku berteriak. Bokep mom Dan aku pun bertanya, “Bunda, tamu istimewanya siapa sih? Aku hanya bisa terdiam terpaku. Masih kecil sudah kenal laki-laki!! Jantungku terasa berhenti mengingat kejadian itu. Aku lumayan capek, tapi aku senang. kamu semakin cantik.”Teman-teman perempuanku juga berdecak kagum melihat penampilanku saat itu. Tak lama, Aryo temanku yang sepertinya suka denganku datang, sambil menyerahkan hadiah, dia mencium kedua pipiku. Dia selalu membelikan baju-baju indah dan boneka porselain untuk dipajang dikamar tidurku. Kamu tidak harus memanggil aku ‘ayah’ atau sebutan lainnya, panggil saja aku Erik.”
Sambil mengalihkan pandangannya ke temannya, dia melanjutkan,”Nah.., ini adalah temanku, namanya Tomi.”
Akupun menyunggingkan senyuman ke arah Tomi yang membalasku dengan senyuman hangat.Aku sama sekali tidak percaya bahwa ternyata Erik tinggal sendirian di rumah megah seperti ini dan masih berusia 24 tahun saat itu.




















