Jantungku terasa berhenti mengingat kejadian itu.“Tomo marah..”, pikirku.Aku pun merasa ketakutan. Bokep mama Masih kecil sudah kenal laki-laki!! Aku tidak percaya bahwa aku menyaksikan itu semua. Selama ini aku hanya mengenal ayah dan ibu saja. Aku lumayan capek, tapi aku senang. Tepat jam 10.30 malam, aku mendengar suara pintu di sebelah kamarku berbunyi.“Tomo sudah pulang!!”, pikirku senang.Aku pun berlari keluar kamar untuk menyambutnya. Hanya saja, aku sudah mempersiapkan hukuman yang tepat untukmu. Tomo sangatlah baik padaku. Tak lama, Aryo temanku yang sepertinya suka denganku datang, sambil menyerahkan hadiah, dia mencium kedua pipiku. Mukaku terasa panas. Dengan posisi membungkuk, dia mengamati wajahku dengan teliti. Tapi, aku tetap tidak bisa beranjak dari sana. Kita akan kedatangan seseorang yang sangat istimewa”, katanya sambil tersenyum hangat.Dan aku pun bertanya, “Bunda, tamu istimewanya siapa sih?




















