Lia kusuruh untuk tetap menungging. Bokep mama “Nggak apa-apa kok, gue emang pingin tau rasanya difoto bugil.” ucapnya manis sekali. Magnetizing tapi aku tidak boleh kikuk, untuk memperlihatkan kesan bahwa aku sudah biasa melakukan pemotretan model.“Gini Lia, Ivan udah ngejelasin kan..?”
“Iya sih dikit, untuk studi kan..?”
“He-eh, tapi gue pingin mastiin lagi elo bener-bener bersedia..?”
Lia menangguk pasti, “Tapi gue berhak untuk nyimpen semua filmnya khan..?” tanyanya. Merasa jengah kami lihatin, secara refleks tangannya didekapkan ke dadanya, untuk menutupi bagian privacy-nya. Mengikuti permainannya yang keras, aku pergencar remasan tanganku ke buah dadanya, putingnya kupilin-pilin. “Lho.., nggak kok, toket elu kan bagus, apa perlu gue rangsang dulu..?” si Ivan berhasil memegang buah dada Lia, lalu diremasinya pelan-pelan, Lia meronta manja.“Heii.. Setelah satu rol habis, kudekati dia lagi sambil kusibakkan rambut bob-nya. Aku melihat puting susunya tercetak di balik kain Kamisol-nya. Aku jadi sangat bersemangat, tapi juga sedikit grogi saat berpandangan mata dengan Lia. Aku memotret sambil




















