Gisel mengulurkan tangannya ke dalam saku piyamanya. Kepalanya menghadap ke jendela, matanya terpejam, namun kata-kata tersebut tidak bisa ia tahan untuk tidak diutarakan.“Baru kali ini aku main selama ini, dan seenak ini. Bokep mama Bikin perasaan makin gak karuan…” Jelasnya.“Banyak bersabar kalau gitu, mungkin emang lagi banyak cobaannya. Ku jilati tiap senti kulitnya yang putih dan halus tersebut. Itu pun gak tau masih serumah atau udah pisah…” Jawabnya sedikit kesal.Aku pun tidak berani untuk banyak bertanya.Setelah pintu gerbang yang bisa dibuka otomatis dengan remote dari dalam tas Gisell terbuka, mobilku pun ku masukan lalu parkir di depan pintu masuk rumahnya.Rumah bergaya minimalis, dua lantai dengan cat berwarna putih terlihat suram tanpa penghuni, kebun kecil di depannya pun kurang terawat karena banyak tanaman yang mati dan layu.“Akhirnya sampai…” Ucapku sambil menarik rem mobilku.“Iya nih. Ku coba memejamkan mataku.Belum sempat terlelap, pintuku diketuk pelan.Aku pun bangkit dari kasur, menuju pintu dan membukanya.




















