“Maria, kamu adalah milikku seorang.. “Tidak”, Erik masih memandangiku sambil memegang mukaku, seolah-olah aku tidak bernyawa. Bokep mama Tapi, aku tetap tidak bisa beranjak dari sana. Maria” Erik melemparkan senyum yang berbeda dari kemarin. Erik terus berlanjut menciumku, aku bisa merasakan lidahnya memijat lidahku. “Erik marah..”, pikirku. Aku tetap melihat perbuatan Erik tanpa berkedip sambil berlinang air mata.Erik masih melanjutkan permainannya bersama wanita cantik itu, dia menggerakkan pinggulnya maju dan mundur dengan sangat cepat. “Ini akibatnya kalau jadi perempuan genit!!”
Erik menariknya lagi untuk kedua kalinya, pakaian dalamku semakin terlihat. Mungkin karena puber. Kenapa katamu?! Aku pun berteriak lebih keras dari sebelumnya.“Ohh..Maria.”
Aku merasakan tangan Erik meremas pinggulku dengan kuat. Dia memperhatikanku sejenak dan senyuman misterius itu hadir lagi.Dia pun membungkukkan tubuhnya,
“Hey, tukang ngintip cilik.




















