Sedangkan aku masih duduk diranjang ini, bersandar pada kepala pembaringan. Sebenarnya aku tidak biasa pulang sampai
larut malam begini. Bokep mom Entah kenapa, tiba-tiba aku punya pikiran untuk membawa gadis ini kesebuah penginapan. Reni mengajakku keluar meninggalkan klub karaoke. Dan keringat langsung bercucuran membasahi tubuhnya. “Eh, iya..,” sahutku agak tergagap. Jari-jemariku bermain-main dipinggiran daerah rawan itu. Aku memeluk tubuhnya dengan erat sehingga Reni saat itu tidak bisa leluasa menggerak-gerakan lagi tubuhnya. Tapi tidak sedikit yang sengaja mencari laki-laki hidung belang. Pertemuan kedua ini sudah tidak membuatku canggung lagi. Aku menurut saja, dan berputar-putar mengelilingi kota jakarta dengan kijang kreditan yang belum lunas. Dari perkawinan kami kini telah terlahir seorang anak laki-laki berusia delapan tahun dan seorang anak cantik berusia tiga tahun, aku cuma pegawai negeri yang kebetulan ounya kedudukan dan jabatan yang lumayan.




















