Ruang kamar tidurku memang cukup rapat jendelanya, hingga hujan turun pun takkan terdengar, cuma saja di luar sana kulihat dedaunan dan ranting pohon bergoyang tertiup angin kesana kemari.Detik demi detik tubuh supirku semakin dekat dan terus melangkah menghampiriku. Bokep mama ouh.. ouh.. Nto..” kataku berulang-ulang sambil terisak menangis.Rupanya supirku sudah kesurupan dan lupa siapa yang sedang ditindihnya. Mata supirku yang memandangiku seperti terlihat lain dari biasanya, ia mulai mengusap rambutku yang basah ke belakang dengan penuh sayang seperti sedang menyayang seorang anak kecil.Lalu diambilnya sabun cair yang ada di dalam botol dan menumpahkan pada tubuhku lalu ia mulai menggosok-gosok tubuhku dengan telapak tangannya. Sesudah itu kaki kiriku yang mendapat giliran diikatkannya bersama dengan kaki kananku.“Saya ingin mencicipi ibu..” bisiknya dekat telingaku.“Sejak pertama kali saya melamar jadi supir ibu, saya sudah menginginkan mendapatkan kesempatan seperti sekarang ini.” katanya lagi dengan suara nafas yang sudah memburu.“Tapi saya majikan kamu Nto..” kataku mencoba mengingatkan.“Memang betul bu..










