Ria sudah menciumi wajah serta leherku dengan hembusan napasnya yang keras dan memburu. Bukan hanya Ria yang mendekatiku, tapi kedua gadis lainnya juga ikut mendekati sambil menanggalkan penutup tubuhnya.“Eh, apa-apaan ini? Bokep mama Padahal umurku saja baru tujuh belas lewat beberapa bulan. Kedua kakiku juga direntangkan dan diikat dengan tali kulit yang kuat.Aku benar-benar terkejut, tapi tidak bisa berbuat apa-apa. Bagaimana mungkm aku bisa melakukan sesuatu dengan kedua tangan dan kaki terikat seperti ini..?Aku hanya bisa berharap mereka cepat-cepat melepaskan aku sehingga aku bisa pulang dan melupakan semuanya. Bahkan jauh lebih buas lagi daripada Ria. Aku belum mau pacaran. Padahal hampir semua teman-temanku yang laki, sudah punya pacar.Bahkan sudah ada yang beberapa kali ganti pacar. Karena tidak menduga kalau dia akan menyapaku.“Tidak.., Eh, kamu sendiri..?”, aku balik bertanya.“Sama, aku juga sendirian”, jawabnya singkat.Aku berpaling dan menatap wajahnya yang segar dan agak kemerahan. Dan orang tua itu mengantarku sampai di depan pintu.




















