“Iyya boss.. Bokep mama ayo jilatin!” perintah Sylvy makin menggila dan membuatku kaget. Wajahku jadi terbenam di selangkangannya dengan posisi terus berlutut dan kedua tanganku yang masih terikat ke belakang. “Lihat badanku berkeringat nih.. Bersamaan dengan itu Silvy menurunkan tubuh mungilnya sehingga batang kemaluanku yang makin tegak mengeras terbenam ke dalam lubang kemaluannya. kamu pasti lebih suka lagi sama isinya deh..” katanya sambil menarik sepatunya dari mukaku.Dengan cepat diangkatnya kaki kanannya lurus ke depan hingga kakinya hanya beberapa centi saja di depan mukaku. Aku dan Sylvi saling memandang sejenak lalu tertawa bersama. “Aku mau ganti posisi,” katanya cepat sambil membuka ikatan tanganku, lalu naik ke tempat tidur dengan posisi merangkak.




















