Mungkin hanya badanku yang besar, tapi perkembangan tingkahku agak telat. Bokep mama malah pernah, waktu tidur, paman kerjai. Mirip-mirip dengan kisahku.Iya sih, bibi mengangguk. Memang, sejak menginjakkan kaki di bangku sekolah, pamanlah yang banyak membantuku. Kamu nggak bangun? Memang, sejak menginjakkan kaki di bangku sekolah, pamanlah yang banyak membantuku. Bibi juga. Begitu senang dengan perubahan besar ini. Kan pake celana, paman. jawabku tanpa dosa.Bibi tersenyum dan mengusap rambutku.***Dan akhirnya, dua minggu setelah kejadian itu…Aku ingat betul, paman baru pulang malam itu saat aku sudah terlelap. Kalau aku, sekali pun tak pernah. Kubebaskan kontolku yang sudah menegang dahsyat untuk mencari mangsanya.Kulihat bibi masih tertidur pulas, mukanya masih tertutup bantal. Bibi lagi sange berat.Esoknya, setelah pulang sekolah, kuajak bibi untuk nonton bareng.




















