Jari tengahku terasa seperti dijepit oleh dinding basah dengan sangat kuat disertai dengan kedutan-kedutan yang keras dan cepat.Lalu tubuhnya melemas dan punggungnya terhempas pada sandara kursi.Nafasnya tersengal-sengal seperti atlit yang baru mencapai finish. Pintu kubuka, Dia terlihat kaget dan senang karena yang membuka adalah aku. Bokep mama Tapi ibu jangan kaget kalau esok hari semua tetangga akan ribut karena memiliki rekaman tersebut..” jawabku mengancam“jangan…jangan dilakukan ….tolonglah kasihani saya…” katanya lagi memelas“Tidak akan saya lakukan…asal ibu memenuhi keinginan saya” kataku lagi.Lama dia tidak menjawab…Dan akhirnya…“Baiklah… saya menyerah…, tapi kumohon…. Tapi aku tak peduli, aku terus mengulum bibirnya yang tertutup rapat dan terkadang lidahku menjilati bibirnya. Tampak sekali terjadi pergulatan batin yang sangat hebat antara mempertahankan harga diri dan kehormatan melawan gairah nafsu yang sudah mulai bangkit mempengaruhinya. Apalagi dia selalu mengenakan jilbab dan tidak pernah memberi kesempatan kepada bukan muhrimnya untuk berbicara bebas dengannya.Akhirnya aku punya ide untuk mengancamnya akan menyebarkan video rekaman dirinya




















