kataku makin berani.Kemudian aku merangkulnya lagi, menyiuminya lagi. Wiendatang. Bokep Ojol Ya sekarang..! Bau tubuh wanita setengah bayayang yang meleleh oleh keringat. Lagi pula percuma,tadi saja di angkot aku kalah lawan kancing. Hariitu memang masih pagi, baru pukul 11.00 siang, belumada yang datang, baru aku saja. Iamembersihkan punggungku dengan handuk hangat.Ketika menjangkau pantatku ia agak mendekat. Dari iramanya bukan sedangberjalan. Yes.., akhirnya. Baru saja aku memasang ikatpinggang, Wien menghampiriku sambil berkata,Telepon aku ya..!Ia menyerahkan nomor telepon di atas kertas putih yangdisobek sekenanya. Tapi masih terhalang kain celana. katanya sedikit terengah.Oh ya. Aku jelas mendengarnya dari sini.Kembali ruangan sepi. Tidak perludiantar. Tapi ia masihberjongkok di bawahku.Yang ini atau yang itu..? Betulbetul keras. Semuaorang bebas masuk asal punya uang. Tapi tidak apaapatoh tipuan ini membimbingku ke alam lain.Dulu aku paling anti masuk salon. Keberuntungankah? Makin lama makin jelas.

